Vitalac

Vitalac

Vitalac

5 Star Mom

Commitment of Love (2)

Commitment of Love (2)

Commitment of Love bagian pertama membahas isi presentasi Prof. Endang L. Achadi, MPH, Dr.PH., mengenai “SerMama Hari yang Menentukan Masa Depan Bangsa”. Kali ini, saya akan membahas isi presentasi dr. Pinky Saptandari, MA., yang bertema “Dukungan Budaya dan Keluarga dalam Pemenuhan Gizi di Awal Kehidupan.”

Di awal kehidupan, setiap makhluk hidup membutuhkan asah (kebutuhan kognitif), asih (kebutuhan kasih sayang), dan asuh (kebutuhan fisik). Semua hal itu harus terpenuhi dan kebutuhan setiap keluarga pasti berbeda.

Faktor yang dapat membuat kebutuhan asah, asih, dan asuh berbeda adalah budaya. Budaya mencakup tiga unsur, yaitu nilai filosofi, aktivitas yang dilakukan bersama, dan menghasilkan sebuah karya atau output. Contohnya, ada budaya yang mengharuskan makanan dilumatkan di mulut Mama sebelum diberikan kepada bayi. Itulah pengaruh budaya. Lalu bagaimana dengan pengaruh keluarga?

Keluarga berperan penting dalam kehidupan. Tidak hanya menurunkan gen, tetapi juga kebiasaan seperti cara makan, berbicara, dan lain-lain. Nenek pun turut memiliki andil besar di dalam menentukan pola makan 5 Star Kid, terutama untuk Mama baru yang belum memiliki pengalaman membesarkan anak.

Contoh sederhana, dalam memberi makan 5 Star Kid, nenek biasanya lebih fokus dengan kuantitas, terutama karbohidrat. Atau, menganggap anak laki-laki harus makan lebih banyak dibandingkan anak perempuan. Padahal, asupan karbohidrat yang terlalu banyak dapat membuat 5 Star Kid berisiko terkena diabetes. Prof. Endang pun menjelaskan kualitas gizi menentukan kualitas janin dan memengaruhi kesehatan 5 Star Kid secara langsung saat ia dewasa.

Mama juga jangan hanya berpikir masalah kebiasaan makan adalah milik kaum tradisional, kurang terdidik, atau berpenghasilan rendah. Pasalnya, tak sedikit masyarakat menengah ke atas dan terdidik yang menganggap makanan modern adalah makanan siap saji dan instan. Padahal, makanan ini justru membuat masalah gizi baru seperti obesitas dan penyakit metabolik.

Nah, oleh karena itu, Mama harus cerdas supaya dapat mengakali agar keluarga mendapatkan yang terbaik, terutama soal asupan makanan yang bergizi.